Aku butuh waktu untuk sendiri, bukan
karena tidak bisa berinteraksi. Tapi untuk menikmati kesendirian itu bareng
diri sendiri. Terkadang dimoment seperti itulah yang bisa menyejukkan suasana,
disaat orang orang diluar sana dan dunia ini tidak bersahabat. Aku sangat
menyukai kesepian dan keheningan. Karna suasana seperti itu yang bisa diri ini
lebih tenang. Tapi terkadang aku juga merasa kalo aku butuh bersosialisasi biar gak keliatan kuper. Namun ada beberapa keadaan yang membuatku harus
menemani suasana sepi dan hening. Jujur saja, aku lebih banyak menghabiskan
waktu kesendirian itu dibandingkan dengan
teman teman. Mungkin kalian bertanya Tanya mengapa demikian? Aku lebih
menyukai kesendirian karna aku ingin berkomunikasi dengan diriku. Berkomunikasi
dan berkomitmen dengan diri sendiri lebih leluasa disaat suasana sepi dan
hening.
Didalam hidup ini pasti banyak rasa, warna, dan lika liku kehidupan. Aku yakin gak Cuma aku yang merasakan semua itu pasti kalian juga dapat merasakannya. Namun ada beberapa hal yang membuat aku menjalani menjadi down. Seperti emosi , yupss aku memang tergolong orang yang cepet emosi. Tapii kalo bisa ditahan emosi itu tidak aku tumpahkan. Disaat emosi terkadang aku suka salah memilih dan seolah olah dunia ini sudah tidak berarti lagi. Teman, ortu, dan masalah pribadi yang lainnya yang membuat emosi memuncak. Saat ada masalah aku terkadang mencari orang yang dapat dipercaya untuk dijadikan tempat curhat. Tapi, aku juga harus hati hati untuk mencurahkan isi hati ini. Terkadang banyak orang yang ingin kepo dengan permasalahn kita, lalu setelah tahu semua isi permasalahannya apa baru deh disebar luaskan kepada public. Orang seperti ini nih yang EEMBEEERRRRRRR.
Mandiri , aku juga termasuk orang yang mandiri. Karna dari kecil sudah diajarkan untuk tidak selalu bergantung kepada orang lain. Etttt, bukan berarti aku bisa berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Aku jugakan makhluk social yang senantiasa membutuhkan bantuan orang lain. tapi aku lebih suka mengandalkan kemandirian. Bahkan disaat ada masalah yang mungkin tidak dapat diselesaikan, aku lebih tetap berpegang teguh kepada kemandirian. Karna mempunyai pribadi yang mandiri itu lebih menyenangkan. Satu contoh untuk kalian, misalkan disaat kalian ingin berpergian kesuatu tempat dan kalian ingin ada yang mengantrkannya untuk menuju ketempat tersebut. Dan, kalian membutuhkan bantuan kepada orang tua ataupun tetangga. Tentunya tidak semua orang tua ataupun tetangga langsung bisa menuruti kemauan kita. Mereka juga punya kesibukan sendiri. Kalo memang kalian hanya disuruh menunggunya sebentar nah kalo kalian disuruh sampe urusannya mereka kelar gimana? Mungkinkah kalian akan menunggu sampe urusannya selesai tidak mungkinkan? Dan mungkin kalian akan telat dan tidak sesuai jam keberangkatan yang telah ditentukan. Alhasil kalian tidak jadi berangkat karna tidak ada yang mengantar kalian. Aku pernah ke toko buku sendirian dimalam minggu. Tadinya aku mengajak beberapa temanku tapi pada punya acara masing masing. Jadinya mau gak mau aku harus sendirian ke toko buku. BT memang tapi aku jd berani padahal sebelumnya aku tidak berani ketoko buku sendirian.
Penyayang, perhatian dan cuek, terkadang aku bisa bersifat cuek dengan semua orang. Bahkan saking cueknya aku banyak yang bilang kalo aku ini sombong. Tentunya tidak begitu cuek bukan berarti sombong. Penyayang dan perhatian, bisa dikatakan begitu. Apalagi jika ada seseorang yang sayang dan perhatian sama aku tentunya aku membalas rasa nya itu. Karna aku gak mau kehilangan orang yg telah menyayangi dan memerhatikan aku dan gak mau menyia nyiakan rasa nya itu. Aku tahu sekali bagaimana rasanya jika didunia ini tidak ada lg yang sayang sama aku. Justru sebaliknya, aku sayang dan perhatian dengan orang lain tapi orang lain tidak membalasnya. Malah mereka menyia nyiakan rasa ku ini. Tapi disaat tidak ada seseorang yang sayang aku, hanya ada satu kemungkinan yang aku anggap senagai sahabat. Yaitu “Diri Sendiri”. Menurutku sahabat terbaik adalah diri sendiri. Karna diri sendiri adalah teman di mana pun dan kapan pun. Diri sendirii ini yang mengetahui apa yang aku mau. Ya…., diri sendiri adalah sahabat terbaik. Disaat orang orang diluar sana lupa dengan ku, tapi diri sendiri ini tidak, karna telah menyatu dalam sebuah jiwa. Orang lain yang terkadang melupakanku tidak mengerti apa yang sedang aku rasakan tapi diri sendiri mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Terutama rasa sayang dan perhatian yang tidak dibalas. Mereka tidak tahu rasanya berada diposisi aku. Sakit dan kecewa ini belum tentu dapat dirasakan oleh orang lain.

0 komentar:
Posting Komentar