aku dengan dia sudah bersahabat lama. mungkin bisa dibilang jika kami ini tidak cocok untuk dibilang sebagai sahabat. lebih cocok dibilang saudara. disaat kami berdua masih kecil kita sering tidur bareng, makan bareng, main bareng, karaokean, bahkan terkadang selama 24 jam itu aku selalu bersama dengannya. masa kecil yang indah dengan sifat kepolosan. dan dimana pada masa itu aku belom mengenal saling mngkhianati. aku dan dia mempunyai rasakeyakina yang kuat, bahwa disaat nanti kami dewasa kami tetap menjaga persahabatn ini. persahabatn yang tak dapat dipisahkan. tapi bukan berarti aku percaya dengan keyakinan ini ada rasa takut juga yang mendalam. berbagai macam pertanyaan muncul di fikiranku. bagaimana jika nantikami dewasa kami sibuk dengan urusan masing masing? bagaimana disaat nanti kami dewasa kami mempunyai kekasih? apakah kami sibuk dengan kekasih masing masing? apakah kita akan selalu bersama? mungkin hanya waktu disaat dewasa yang akan membalas semua pertanyaan ini. waktu pun terus berjalan, hingga saatnya kami dewasa.
Disaat aku dan dahabatku meranjak dewasa kami mulai punya urusan masing masing. jarang ketemu, jarang berbicara, jarang bermain. akhirnya rasa takut itu pun muncul. aku dan sahabtku sering berdebat karna hal sepele, terkadang kami jarang menyapa jika ketemu. entahlah mengapa persahabatan yang tadinya harmonis tiba tiba memudar. tentunya dengan hal seperti ini aku tidak boleh benci dengan sahabatku. ini hanyalah cobaan, dan sedang di uji oleh kesibukan. tentunya aku tidak mau kalah dengan semua kesibukan. persahabatn yang telah aku buat jangan sampai hancur dengan kecuekkan kami masing masing. Disaat kami jarang ketemu, tibalah saatnya sahabatku ternyata diam diam sudah mempunya kekasih. kekasihnya yang mungkin lebih berharga dari aku. ketika sahabatku mempunyai kekasih dia tidak inget lagi siapa aku. sahabatku sering menghabiskan waktunya dengan kekasih barunya. hingga hubungan mereka berjalan sudah 3 tahun. aku bener bener kecewa dengannya.seolah olah aku tidak ada bahkan terkadang tidak dianggap dengannya..
Hal yang paling menyakitkan adalah disaat kekasihnya sahabatku sedang sibuk atau tidak bisa menemaninya. sahabtku ini lamgsung mendekati aku.memang aku dan sahabatku ini beda usia 7 tahun. lebih tua sahabatku, tapikan setidaknya walaupun kita sudah beda urusannya jangan lupakan aku juga dong. kamu statusnya apa dan aku statusnya apa. sahabtku bener bener tidak inget dengan masa masa kecil kita. tapi sekarang dia mala cuek dengan ku begitu saja hanya gara gara seorang pria. ettt, bukan berarti aku melarang dia pacaran, tapi kenapa setelah sahabatku mulai mengenal pria aku seolah olah tidak dianngap? sakitnya bukan main. dan, disinilah aku merasa kalo aku hanya dijadikan haya sebagain cadangan doang.terkadang sahabtku datang kepadaku disaat dia ingin membutuhkan sesuatu dariku. setelah dia mendapatkannya barulah melupakanku lagi. aku gak cuma merasa buat cadangan juga, tapi aku merasa dimanfaatkan olehnya. walau bagaimana pun juga dia kan sahabatku, tidak mungkin aku memutuskan persahabatan ini. selalu positif thinking aja. mungkin dia juga punya kehidupannya sendiri. tapi kalo urusan sebagai cadangan dan dimanfaatkan aku tak hiraukan. biar waktu yang menjawab semua ini.
Disaat aku dan dahabatku meranjak dewasa kami mulai punya urusan masing masing. jarang ketemu, jarang berbicara, jarang bermain. akhirnya rasa takut itu pun muncul. aku dan sahabtku sering berdebat karna hal sepele, terkadang kami jarang menyapa jika ketemu. entahlah mengapa persahabatan yang tadinya harmonis tiba tiba memudar. tentunya dengan hal seperti ini aku tidak boleh benci dengan sahabatku. ini hanyalah cobaan, dan sedang di uji oleh kesibukan. tentunya aku tidak mau kalah dengan semua kesibukan. persahabatn yang telah aku buat jangan sampai hancur dengan kecuekkan kami masing masing. Disaat kami jarang ketemu, tibalah saatnya sahabatku ternyata diam diam sudah mempunya kekasih. kekasihnya yang mungkin lebih berharga dari aku. ketika sahabatku mempunyai kekasih dia tidak inget lagi siapa aku. sahabatku sering menghabiskan waktunya dengan kekasih barunya. hingga hubungan mereka berjalan sudah 3 tahun. aku bener bener kecewa dengannya.seolah olah aku tidak ada bahkan terkadang tidak dianggap dengannya..
Hal yang paling menyakitkan adalah disaat kekasihnya sahabatku sedang sibuk atau tidak bisa menemaninya. sahabtku ini lamgsung mendekati aku.memang aku dan sahabatku ini beda usia 7 tahun. lebih tua sahabatku, tapikan setidaknya walaupun kita sudah beda urusannya jangan lupakan aku juga dong. kamu statusnya apa dan aku statusnya apa. sahabtku bener bener tidak inget dengan masa masa kecil kita. tapi sekarang dia mala cuek dengan ku begitu saja hanya gara gara seorang pria. ettt, bukan berarti aku melarang dia pacaran, tapi kenapa setelah sahabatku mulai mengenal pria aku seolah olah tidak dianngap? sakitnya bukan main. dan, disinilah aku merasa kalo aku hanya dijadikan haya sebagain cadangan doang.terkadang sahabtku datang kepadaku disaat dia ingin membutuhkan sesuatu dariku. setelah dia mendapatkannya barulah melupakanku lagi. aku gak cuma merasa buat cadangan juga, tapi aku merasa dimanfaatkan olehnya. walau bagaimana pun juga dia kan sahabatku, tidak mungkin aku memutuskan persahabatan ini. selalu positif thinking aja. mungkin dia juga punya kehidupannya sendiri. tapi kalo urusan sebagai cadangan dan dimanfaatkan aku tak hiraukan. biar waktu yang menjawab semua ini.

2 komentar:
cieee motivasinya
aseeeek
Posting Komentar